Informasi Travel

10 Pesona Pantai Tersembunyi Yang Begitu Indah

www.fjocotoco.org10 Pesona Pantai Tersembunyi Yang Begitu Indah. Pantai merupakan tempat yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dimanapun anda berada, wisata pantai akan menjadi jenis wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Berbagai jenis pantai di Indonesia bisa kita jumpai, masing-masing dengan ciri khasnya masing-masing.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia selalu memiliki banyak tempat wisata, termasuk wisata pantai. Bahkan, beberapa pantai menjadi salah satu destinasi yang terkenal dan banyak diburu wisatawan. Mereka yang berkunjung ke pantai ini tidak hanya wisatawan domestik, tapi juga jarang yang datang dari luar negeri.

Kali ini kita akan membahas beberapa lokasi pantai tersembunyi yang ada di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, masih banyak wilayah pesisir yang belum diketahui orang. Beberapa pantai memiliki keindahan yang belum banyak dijamah orang. Skuy kita simak pantai mana saja yang masih bisa dibilang perawan atau belum banyak terjamah tangan manusia;

  1. Pantai Iboih

Pantai tersembunyi pertama di Indonesia yang akan kita kunjungi terletak di ujung utara Sumatera. Pantai Iboih adalah salah satu pantai yang kurang terkenal. Pantai yang terletak di kecamatan Pulau Weh kecamatan Sukakarya Aceh ini merupakan salah satu dari beberapa tempat wisata di Aceh yang menarik. Pantai ini sebenarnya adalah pelabuhan yang sangat sering dipergunakan oleh masyarakat sekitar. satu nya tempat paliong digemari untuk bisa ke Rubia.

Baca Juga: 7 Daftar Wisata Alam Di Blitar

Tempat wisata alam Aceh, Anda tidak perlu meragukan keindahan pantai yang satu ini. Bagi yang suka olahraga air seperti diving dan snorkeling, tempat ini merupakan tempat yang sangat menarik. Pemandangan bawah laut yang disajikan oleh pantai ini bisa dikatakan sangat indah dan menakjubkan.

Walaupun dikatakan tersembunyi, namun pada dasarnya fasilitas dari pantai ini bisa dikatakan cukup baik. Selain itu, tersedia jasa persewaan alat snorkeling dan diving bagi yang berminat menikmati indahnya keindahan bawah laut Pantai Iboi.

  1. Pantai Klara

Sebagai salah satu pusat tempat wisata di Jawa Timur, nama Kabupaten Pacitan mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Memang banyak sekali lokasi wisata yang menarik di kota ini, dan sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satu dari sekian banyak objek wisata yang bisa kita kunjungi adalah Pantai Kraja. Pantai yang terletak di Desa Kalak, Kecamatan Pacitan Donorojo ini merupakan salah satu tempat wisata di Pacitan yang terkenal dan salah satu pantainya yang terkenal.

Pantainya sendiri sangat menarik. Salah satu keunikannya adalah adanya dua pantai dalam satu lokasi. Pada dasarnya pantai ini masih dalam satu lokasi dan masih bernama Pantai Klayar. Namun, tampaknya ada pemisahan yang seolah-olah memisahkan kedua garis pantai tersebut.

Selain itu, pantai ini memiliki keunikan lain yaitu semburan air yang kadang bisa mencapai 10 meter. Semprotan ini bisa kita temukan di tebing karang di pinggir pantai. Letusan tersebut berasal dari gelombang yang masuk ke terumbu karang dan terdorong keluar. Seperti yang kita ketahui bersama, pantai ini memiliki ombak yang besar.

  1. Pantai Koka

Lokasi pantai tersembunyi di Indonesia akan memungkinkan kita untuk menjangkau bagian timur negara lebih jauh. Lebih tepatnya kita akan menuju ke Desa Wolowiro di Kecamatan Sycapaga NTT. Pantai ini merupakan salah satu dari beberapa tempat wisata di Nusa Tenggara Timur yang sangat indah. Meski begitu, mungkin masih banyak wisatawan yang belum mengetahui keberadaan pantai cantik ini.

Salah satu keindahan pantainya adalah warna lautnya yang berwarna biru Tusca. Selain itu, pantainya yang lembut juga siap memanjakan pengunjung. Tempat lain yang tidak perlu repot adalah pemandangan perbukitan di kedua sisi pantai. Oleh karena itu tidak jarang pantai ini menjadi salah satu pantai terbaik di Nusa Tenggara Timur. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Nusa Tenggara Timur, silahkan luangkan waktu untuk mengunjungi pantai ini.

  1. Pantai Liukang Loe

Indah, bersih dan rapi mungkin tiga kata yang cocok untuk pantai ini. Pantai ini juga menjadi salah satu tempat wisata di Sulawesi Selatan yang tidak pernah mengecewakan bagi yang mengunjunginya. Meski belum banyak orang yang tahu dan datang ke pantai cantik ini. Namun Anda perlu menjadikan pantai ini sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Menyelam dan snorkeling merupakan salah satu aktivitas yang sayang untuk dilewatkan di pantai ini. Kedua aktivitas ini akan membuat kita terkagum-kagum akan keindahan bawah lautnya. Selain itu didukung dengan air yang sangat bersih dan jernih.

Selama Anda berkunjung ke pantai ini, Anda bisa menikmati berbagai wisata kuliner yang ditawarkan di tepi pantai. Atau membeli beberapa oleh-oleh kain tenun khas Bugis, oleh-oleh ini bisa kita temukan di beberapa pusat oleh-oleh yang ada.

  1. Pantai Ngurtafur

Terlepas dari keindahannya, tidak ada yang bisa dikatakan tentang pantai tersembunyi ini di Indonesia. Pantai Ngurtafur merupakan salah satu tempat wisata di Maluku Utara yang bisa dikatakan belum pernah ada yang mengunjunginya. Ada pantai berpasir putih yang indah di pinggir pantai, yang menarik banyak wisatawan ke sini. Salah satu hal yang menarik adalah saat laut surut kita akan bisa berjalan-jalan di laut.

Ini karena akan ada bukit pasir putih yang memanjang. Bahkan bisa dibilang momen ini merupakan momen yang paling dinantikan para traveller yang datang ke pantai ini. Dengan keindahan dan ketenangannya, serta suasananya yang nyaman, tak heran jika kawasan ini dikenal sebagai salah satu wisata pantai paling romantis di Maluku. Pantai ini wajib kamu kunjungi, jangan sampai kamu melewatkannya.

  1. Pantai Mang Kalok

Pantai ini baru dikenal masyarakat dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Sederet tempat wisata pantai telah ditambahkan ke Pulau Bangka, terutama di sepanjang jalur timur, dan kini Anda bisa memilih untuk berlibur.

Pantai Mang Kalok, begitulah orang menyebutnya dengan pantai. Saya tidak tahu nama dari nama ini, tetapi saya dapat mengetahui dengan jelas bahwa nama Mang Kalok adalah karena Maryadi (Maryadi) atau berganti nama menjadi Mang Kalok setelah benua sebelumnya ditambang dan memulai pantai ini kembali.

Pantai ini memang tidak ada yang ditawarkan, namun karena pantai ini ditumbuhi pohon cemara laut, pantai ini membuat wisatawan betah berlama-lama. Selain itu, kursi permanen yang tersebar di sepanjang pantai bisa digunakan untuk keluarga.

Pantai ini juga menjadi favorit para wisatawan yang melakukan berbagai aktifitas atau aktivitas. Seperti minggu lalu, sekelompok ibu bernyanyi dan menari di bawah naungan pohon cemara laut merayakan ulang tahun anggotanya. Mereka memilih Pantai Mang Kalok karena menurut mereka nyaman dan cocok untuk yang tidak suka panas. Beberapa komunitas pecinta alam dan sekolah sering menggunakan lokasi pantai ini untuk berkemah, dan berbagai kegiatan perlindungan lingkungan juga telah dilakukan.

Keindahan alamnya kerap menjadi tempat para idola di industri fotografi untuk berfoto. Misalnya seperti Aldi, ia mengambil beberapa foto karena menurutnya ada beberapa spot terbaik di sana, selain itu, saat matahari sore mulai menguning di batang pohon pinus, membuat suasananya semakin berbeda. Pantai Mang Kalok terletak di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Jika Anda belum pernah ke Pantai Mang Kalok, Anda akan sedikit bingung tentang cara masuknya, karena tidak ada rambu atau rambu di jalan utama. Pantai ini berjarak sekitar 30 menit dari kota Pangkalpinang dan 15 menit dari pusat kota Sungailiat.

Untuk mencapai perempatan Pantai Rebo (Perempatan Timur) (sekitar 50 meter menuju Pangkalpinang) terdapat jalan tanah berwarna merah menuju ke pantai. Sebelum kawasan pantai terdapat tambak udang yang dikelilingi tembok tinggi menuju ke pantai. Saat sampai di area pantai, kita akan menemukan mangrove yang ditanam.

Sayangnya, keindahan Pantai Mang Kalok terusik dengan banyaknya aktivitas penambangan timah di laut tak jauh dari garis pantai. Wisatawan juga enggan mandi di pinggir pantai karena aktivitas penambangan membuat laut becek.

Mang Kalok (57 tahun), pria paruh baya bertubuh kecil, menuturkan, awalnya mencari nafkah di pesisir pantai dengan ngelimbang (tradisional mencari timah). Namun, karena memiliki banyak waktu luang setelah beraktivitas, istrinya mencoba menanam pohon cemara laut di pinggir pantai, yang membantunya. “Dulu, saya biasanya istirahat di rumah jam lima pagi sampai sampai di rumah jam sembilan atau sepuluh.

Ini dimulai pada 2007 karena air naik saat air pasang tetapi tidak mencapai pasir. Karena itu, saya mencoba menanamkannya dan melengkapi keseimbangan. Saya baru saja menanam bibit dari sini agar rapi, ”ujarnya. Menurutnya, menanam di pantai tidak mudah karena harus menahan ombak yang kerap menerjang pohon yang ditanamnya.

  1. Pantai Pulau Kenawa

Pulau Kenawa di Lombok adalah salah satu tujuan paling populer di NTB. Lombok memang terkenal dengan berbagai pantainya, namun keindahannya tidak hanya pantainya saja. Destinasi wisata alam juga banyak terdapat, seperti pulau-pulau indah dan eksotis yang banyak dikunjungi wisatawan. Bisa dibilang Lombok adalah surganya para traveller.Jika akan ke Lombok jangan sampai melewatkan trip ke Pulau Kinawa, salah satu pulau sabana kecil yang menawan.

Baca Juga: 25 Stasiun Kereta Terindah Di Dunia

Pulau ini merupakan salah satu pulau dalam gugusan pulau Gili Billy Baru yang terletak di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, atau tepatnya Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa, sebuah desa pesisir di desa tersebut. Pulau ini menjadi tujuan para wisatawan mancanegara maupun domestik.Dalam perjalanan menuju Pulau Kenawa kita naik kapal ferry dari Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur.Setelah dua kali kapal feri, dibutuhkan waktu sekitar 1-2 jam untuk mencapai Subawa dari Pototano.

Kemudian jalan kaki sekitar 15 menit dari pelabuhan menuju pelabuhan nelayan, karena belum ada yang menyediakan transportasi ke Pulau Kinawa; kedua, untuk menyeberang ke Pulau Kinawa harga perahu nelayan kami Rp 300-400 per perahu. Relatif murah karena perahu bisa mengangkut 10-15 orang sekaligus, dan membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari kapal penyeberangan nelayan ke dermaga kayu di Pulau Kinawa ke Pulau Kenawa, tergantung cuaca.

Kalau cuaca bersahabat, bisa lebih cepat. Dari kejauhan kita sudah bisa melihat keindahan pegunungan berumput yang tinggi dan sabana yang begitu menawan dan eksotis. Kita bisa cepat menjelajahi Pulau Kinawa, karena luas Pulau Kinawa hanya 13 hektar. Meski tidak luas, Pulau Kenawa memiliki pemandangan alam seperti padang rumput, perbukitan, pantai dengan pasir putih dan terumbu karang yang terjaga dengan baik.

Pulau ini terkenal dengan keindahan sabananya yang berwarna hijau di musim hujan dan eksotisnya coklat di musim kemarau. Bukit-bukit di tengah pulau tidak terlalu tinggi, dari atas bukit kita bisa melihat seluruh Pulau Kenawa, mulai dari laut biru, pantai berpasir putih dan pepohonan tropis yang membentang, kita bisa mulai dari bukit tangkapan ini. Kita bisa berenang dan snorkeling sambil mencari terumbu karang di dasar laut, bahkan kita bisa berkemah di pinggir padang rumput liar.

Selain itu, di tengah Pulau Kinawa terdapat sebuah bukit kecil yang cocok untuk menikmati matahari terbit di pagi hari, matahari terbenam di sore hari dan bintang di malam hari.Selain berada di atas bukit, kita juga bisa menikmati sisi yang berbeda. Kami biasa duduk dan bersantai di dermaga kayu, menyaksikan matahari terbenam di sisi barat sambil memantulkan sinar matahari ke ombak pantai yang begitu damai. Pulau Kenawa sangat cocok untuk mereka yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, pacar, sahabat dan sahabat terdekat. Pulau Kenawa menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin berwisata dan menikmati alam yang masih asri serta keindahan bawah laut.

  1. Pantai Lengkuas

Pulau Lunkar merupakan salah satu pilar utama pariwisata Bangka Belitung. Jika sudah menonton film “Laskar Pelangi”, pasti sudah pernah melihat keindahan pulau kecil yang satu ini. Daerah mini ini ada di utara Pantai Tanjung Koloyang di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Baru Tongli. Terdapat banyak bongkahan batu granit di pulau ini, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki melalui laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 1,2 meter.

Pantai di Pulau Lengkuas ini sangat indah, lautnya sangat bersih dan jernih, bahkan anda bisa melihat ikan-ikan yang berenang dengan jelas. Cocok untuk snorkeling. Pasirnya putih dan ditumbuhi pepohonan.

Hal yang paling menarik di Pulau Lengkuas adalah mercusuar tua yang dibangun pada tahun 1882 oleh pemerintah kolonial Belanda. Meski usianya sudah sangat tua, mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai rambu lalu lintas kapal-kapal yang berangkat dan pulang dari Pulau Belitung hingga saat ini. Mercusuar itu tingginya sekitar 50 meter. Naik ke puncak dan menikmati pemandangan indah Pulau Lengkuas dari atas mercusuar. Di Pulau Lengkuas, hanya tiga orang yang menjadi penjaga mercusuar tersebut. Penduduknya ramah terhadap setiap turis di pulau itu. Dari bulan Maret hingga November setiap tahun saya datang ke Pulau Lengkuas, karena pada bulan-bulan tersebut ombak cenderung tenang.

  1. Pantai Drini

Pantai Drini merupakan tempat wisata yang terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Gunungkidul Tanjungsari, Yogyakarta. Letaknya di sebelah timur Pantai Baron, sekitar 1 km sebelah timur Pantai Sepanjang. Namun sebenarnya jarak yang dibutuhkan untuk mencapai pantai tersebut adalah 60 kilometer atau sekitar 2-3 jam dari kota Yogyakarta. Meski jalan masuk ke pantai terjal dan berliku-liku, namun infrastruktur Pantai Drini sangat mulus. Pantai Drini merupakan pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Garis pantai pantainya curam sekitar 10 derajat dan merupakan bagian dari Wonosari yang didominasi oleh batuan karst dari Gunung Sewu.

Karena letaknya yang berada di daerah terpencil, belum banyak tergerak oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Oleh karena itu, Pantai Derini disebut Virgin Beach. Sebutan tersebut digunakan oleh masyarakat sekitar karena kondisi Pantai Drini yang masih bersih, udaranya yang sejuk, airnya terasa sejuk, ditambah dengan hamparan pasir putih yang mempesona dan arusnya tidak sepanas Pantai Parangtritis. Tebing besar di tengah pantai membagi pantai menjadi dua sisi, sisi barat dan sisi timur. Tebingnya terlihat begitu indah hingga terlihat seperti pulau terapung di tengah pantai. Sebuah mercusuar dibangun di atas terumbu karang ini.Dari menaranya kita bisa melihat pemandangan yang indah.Di pantai ini pengunjung juga bisa melihat dengan jelas terumbu karang laut dan rumput laut lainnya di laut.

  1. Pantai Tanjung Kelayang

Sore itu, matahari bersiap kembali ke tempat tidur di ufuk barat. Cahaya jingga membuat pemandangan Pantai Tanjung Kelayang di Pulau Bangka Belitung terkesan romantis. Dari kejauhan, beberapa perahu nelayan mendekat, berlabuh di dermaga kecil.

Usai merapat, beberapa wisatawan bergantian turun. Mereka baru saja menyelesaikan penjelajahan pulau (island jumping) di sekitar Pantai Tanjung Klayan. Pantai Tanjung Koloyang sering dijadikan tempat persinggahan para wisatawan yang ingin mengunjungi pulau-pulau sekitarnya. Meski begitu, pantai di Kabupaten Sijuk sayang untuk dilewatkan. Jaraknya sangat dekat dengan Tanjung Pandan, ibu kota Bupati Belitung, sekitar 27 kilometer. Hanya membutuhkan waktu 30 menit dengan mobil.

Seperti namanya, Pantai Dayong Kelayan merupakan sebuah semenanjung yang menjorok ke utara. Garis pantainya membentang sejauh 4 kilometer dan mencapai Pantai Tajung Tinggi di sisi timur. Pantai Tanjung Kelayang luas dan indah, menjadikannya tempat yang ideal untuk berjalan-jalan santai atau berbaring di tengah angin sepoi-sepoi.

Lautnya juga tak kalah menakjubkan. Air hijau di garis pantai dangkal berangsur-angsur berubah menjadi biru tua. Ombak di pantai ini tidak terlalu tinggi. Inilah sebabnya mengapa banyak turis akan berenang tanpa ragu. Seperti pantai lainnya di Belitung, Pantai Tanjung Krayan juga dilapisi dengan bongkahan batu granit besar pada ujung nya

contoh beberapa tumpuk granit di ujung tanjung. Bagi yang pemberani, silahkan mencoba memanjat salah satu bebatuan dan menikmati panorama Tanjung Kelayang. Salah satu yang paling terkenal adalah tumpukan batu granit yang sangat besar, yang terlihat seperti kepala burung. Konon bentuk bebatuan di dekat pantai inilah yang menjadi asal muasal nama Tanjung Kelayang (Tanjung Kelayang). Kelayang sendiri merupakan istilah lokal untuk burung walet yang terdapat di pantai.

Keunikan bentuknya menjadikan Bird’s Head Stone salah satu spot favorit yang bisa diabadikan dengan kamera (termasuk smartphone). Namun, tidak semua smartphone bisa menampilkan foto yang memiliki warna yang sama persis dengan pemandangan aslinya. Ini membutuhkan teknologi layar dan kamera yang mumpuni. Sejak 2015, Pantai Tanjung Koloyang telah masuk dalam rencana pembangunan 10 destinasi wisata prioritas atau disebut 10 Bali Baru oleh pemerintah.

Rencana tersebut dilaksanakan oleh pemerintah untuk mendorong pemerataan pariwisata di Indonesia. Proyek pembangunan tersebut diharapkan juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di destinasi wisata tersebut.

Selain itu, pada 14 Maret 2019, Pantai Tanjung Koloyang ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016. Tanjung Kororyang dipilih karena keunggulan geostrategisnya yang terletak antara Indonesia dan negara-negara ASEAN. Meluncurkan laman kek.go.id untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Karang Yang dengan konsep “Pembangunan Bertanggung Jawab Sosial dan Lingkungan serta Perlindungan Budaya”.