Burung Liar Penghuni Pegunungan Andes

Burung Liar Penghuni Pegunungan Andes – Pegunungan Andes merupakan pegunungan terpanjang yang ada di dunia. Pegunungan dengan ketinggian hingga 6.900 m di dalam permukaan laut ini menyimpan ragam jenis burung liar yang menarik. Tidak hanya memiliki burung dengan bentuk yang berbeda-beda, pegunungan yang berada di benua Amerika bagian selatan ini juga menyimpan jenis burung liar dengan warna bulu yang berbeda-beda. Banyaknya jenis burung liar di sana tidak dapat dibandingkan dengan burung liar yang berada di dataran Amazon. Pegunungan Andes memiliki lebih banyak jenis burung liar jika dibandingkan dengan dataran Amazon. Cock of the rock merupakan salah satu burung liar unik yang hidup di Andes. Jika diperhatikan dengan baik, burung yang tubuhnya didominasi dengan warna merah ini memiliki bentuk paruh yang tidak biasa. Burung yang dapat tumbuh dengan ukuran tubuh sepanjang 32 cm ini merupakan jenis burung yang gemar memakan hewan berukuran kecil seperti katak, serangga dan tikus kecil.

Andean Condor menjadi nama burung liar lainnya yang dapat ditemukan di pegunungan Andes, Ekuador, Bolivia, Argentina, Venezuela, Kolombia dan Peru. Menjadi burung dengan ukuran tubuh yang besar di dinia, Andean Condor merupakan hewan pemakan daging atau karnivora. Untung rentang sayapnya saja, burung ini dapat merentangkan sayapnya hingga 3,5 m. Sedangkan untuk panjang tubuh burung terbesar di dunia ini, burung dapat tumbuh hingga 130 m. Untuk makanan utamanya sendiri, Andean Condor gemar memakan hewan yang telah mati. Burung ini mampu terbang hingga jarak 200 Km hanya untuk menemukan bangkai hewan yang akan ia konsumsi. Andean gull merupakan nama burung liar lainnya yang dapat ditemukan di Andes. Burung tersebut merupakan jenis burung camar yang memiliki ukuran tubuh 45 cm hingga 48 cm. Burung yang memiliki warna kepala hitam ini mengkonsumsi cacing dan serangga kecil lainnya sebagai santapan utama.

Karena merupakan pegunungan terpanjang yang ada di dunia, tak mengherankan jika pegunungan Andes memiliki ragam jenis burung liar yang hidup di dalamnya. Andean Flicker menjadi deretan nama burung liar lainnya yang dapat ditemukan di pegunungan tersebut. Burung yang mampu tumbuh hingga berukuran 32 cm merupakan burung woodpecker yang terbesar. Tidak hanya dapat ditemukan di Andes, Andean Flicker dapat pula dijumpai di Peru, Bolivia timur, Chile dan Argentina bagian utara. Selain Andean Flicker, kita dapat pula menemukan Andean Flamingo di Andes. Burung yang memiliki kaitan erat dengan James’s Flamingo ini memiliki leher yang berukuran lebih pendek jika dibandingkan dengan jenis burung flamingo lainnya. Untuk bulunya sendiri, Andes Flamingo memiliki warna merah muda yang pudar dan putih. Ikan, alga dan tanaman air merupakan jenis santapan utama yang disukai oleh burung ini.

Burung besar dan liar lainnya yang menjadi endemik asli pegunungan Andes adalah Andean Rhea. Burung berukuran besar ini dapat tumbuh dengan panjang 100 cm dan berat 26 kg. Burung ini terbagi menjadi 3 jenis subspesies dan gemar hidup di dataran tinggi. Meskipun merupakan golongan herbivora, Andean Rhea juga mengkonsumsi hewan berukuran kecil. Sekilas, kita dapat menemukan kemiripan Andean Rhea dengan burung Unta. Kemiripan yang terlihat pada burung Unta dan Andea Rhea terletak pada warna bulu burung dan ukuran burung yang besar. Itulah beberapa penjelasan dari salah satu anggota agen bola yang menjadi seorang pengamat burung liar di pegunungan Andes.

Penegakkan Hukum Internasional Terhadap Ilegal Fishing

Penegakkan Hukum Internasional Terhadap Ilegal Fishing

Penegakkan Hukum Internasional Terhadap Ilega Fishing – Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai negara adidaya terbesar di dunia. Dengan separuh lebih wilayah negaranya adalah perairan, seperti sungai, laut, pantai, atau danau. Dengan adanya kekayaan alam yang berlimpah pemerintah harus mengerti betul bagaimana tata cara pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan laut yang optimal. Selalu ada saja mafia- mafia dari dalam negri maupun luar negri yang bertindak egois dan merusak keberlangsungan hidup ekosistem biota laut yang ada di Indonesia. Setiap negara juga mempunyai wilayah teritorinya masing- masing yang tidak boleh di ganggu dan tidak boleh di masuki oleh negara lain. Batas wilayah laut Indonesia sebagian di utara, sebagian besar berbatasan dengan negara tetangga seperti India paa landasan kontinen, Thailand pada landasan kontinen dan Malaysia berbatasan dengan laut territorial dan juga landasan kontinen). Pada bagian Selatan Indonesia berbatasan dengan Australia meliputi ZEE dan landas kontinen serta Timor Leste pada batas laut territorial landas kontinen dan ZEE juga.

Salah satu langkah yang dibentuk oleh IDN Poker dan masyarakat global untuk membentuk perlindungan terhadap masing- masing kekayaan alam yang ada di negaranya adalah Konvensi Jenewa tentang hukum laut pada sebuah negara. Hukum laut memang penting untuk diadakan untuk meminimalisir terjadinya illegal fishing pada sebuah negara. Kegiatan illegal fishing memang sudah sangat meresahkan masyarakat yang berada di pesisir pantai. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia harus dapat menjawab tantangan besar dalam upayanya demi mengamankan wilayah laut. Sudah merupakan rahasia umum wilayah laut di Indonesia termasuk dalam potensi dan sumber daya alam yang ada di dalamnya bisa mensejahterakan rakyatnya. Jika tidak dilindungi dengan baik dan benar maka negara lain sudah pasti akan ambil bagian dalam penyalahgunaan ekosistem laut dan yang ada di dalamnya.

Setelah 69 tahun merdeka tepatnya pada tahun 2014 indonesia baru memiliki sebuah paying hukum yang kuat dan baik. Di lihat dari kaca mata hukum, rancangan UU yang sudah disepakati ini berperan sangat penting untuk regulasi secara komperhensif. UU ini mengatur semua hal yang berkaitan dengan kelautan Indonesia secara terstruktur, mulai perencanaan, pemanfaatan sampai penegakkan hukumnya. Ini sangat fatal mengingat visi misi Indonesia untuk bisa menjadi negara maritime terbesar di dunia, dan peraturan wilayah kelautannya bisa menjadi pondasi hukum kelautan dunia internasioanal serta mengantarkan kelautan Indonesia untuk kesejahteraan masyarakatnya. Upaya illegal fishing sebenarnya bukanlah hal baru di dunia maritim. Illegal fishing adalah salah satu tindakan yang membahayakan dan merugikan karena bisa merusak ekosistem bawah laut. Praktik illegal fishing merupakan satu dari sekian pelanggaran yang paling masif dilakukan di wilayah perairan Indonesia.
Kegiatan ini dilakukan oleh kapal asing yang tidak mengantongi izin dalam kegiatan menangkap ikan jumlah besar. Jelas saja ini merugikan negara yang bersangkutan, pondasi hukum untuk kegiatan illegal satu ini sebenarnya sudah ada, salah satunya adalah pasal 69 ayat (4) dalam UU No. 45 tahun 2009 tentang perikanan. UU ini memiliki serangkaian payung hukum terkait penegakkan hukum terhadap tindakan illegal fishing. Salah satunya adalah dengan penenggelaman kapal yang terbukti melakukan penangkapan ikan tanpa izin
Tindakan ini sudah sering dilakukan oleh para mentri kelautan Indonesia, tindakan ini juga efektif untuk memberi efek jera pada pelaku illegal fishing yang masih berani memasuki wilayah teritori Indonesia.

Penegakkan Hukum Internasional Terhadapa Illegal Fishing

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai negara adidaya terbesar di dunia. Dengan separuh lebih wilayah negaranya adalah perairan, seperti sungai, laut, pantai, atau danau. Dengan adanya kekayaan alam yang berlimpah pemerintah harus mengerti betul bagaimana tata cara pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan laut yang optimal. Selalu ada saja mafia- mafia dari dalam negri maupun luar negri yang bertindak egois dan merusak keberlangsungan hidup ekosistem biota laut yang ada di Indonesia. Setiap negara juga mempunyai wilayah teritorinya masing- masing yang tidak boleh di ganggu dan tidak boleh di masuki oleh negara lain. Batas wilayah laut Indonesia sebagian di utara, sebagian besar berbatasan dengan negara tetangga seperti India paa landasan kontinen, Thailand pada landasan kontinen dan Malaysia berbatasan dengan laut territorial dan juga landasan kontinen). Pada bagian Selatan Indonesia berbatasan dengan Australia meliputi ZEE dan landas kontinen serta Timor Leste pada batas laut territorial landas kontinen dan ZEE juga.

Salah satu langkah yang dibentuk oleh masyarakat global untuk membentuk perlindungan terhadap masing- masing kekayaan alam yang ada di negaranya adalah Konvensi Jenewa tentang hukum laut pada sebuah negara. Hukum laut memang penting untuk diadakan untuk meminimalisir terjadinya illegal fishing pada sebuah negara. Kegiatan illegal fishing memang sudah sangat meresahkan masyarakat yang berada di pesisir pantai. Indonesia sebagai nefara kepulauan terbesar di dunia harus dapat menjawab tantangan besar dalam upayanya demi mengamankan wilayah laut. Sudah merupakan rahasia umum wilayah laut di Indonesia termasuk dalam potensi dan sumber daya alam yang ada di dalamnya bisa mensejahterakan rakyatnya. Jika tidak dilindungi dengan baik dan benar maka negara lain sudah pasti akan ambil bagian dalam penyalahgunaan ekosistem laut dan yang ada di dalamnya.

Setelah 69 tahun merdeka tepatnya pada tahun 2014 indonesia baru memiliki sebuah paying hukum yang kuat dan baik. Di lihat dari kaca mata hukum, rancangan UU yang sudah disepakati ini berperan sangat penting untuk regulasi secara komperhensif. UU ini mengatur semua hal yang berkaitan dengan kelautan Indonesia secara terstruktur, mulai perencanaan, pemanfaatan sampai penegakkan hukumnya. Ini sangat fatal mengingat visi misi Indonesia untuk bisa menjadi negara maritime terbesar di dunia, dan peraturan wilayah kelautannya bisa menjadi pondasi hukum kelautan dunia internasioanal serta mengantarkan kelautan Indonesia untuk kesejahteraan masyarakatnya. Upaya illegal fishing sebenarnya bukanlah hal baru di dunia maritim. Illegal fishing adalah salah satu tindakan yang membahayakan dan merugikan karena bisa merusak ekosistem bawah laut. Praktik illegal fishing merupakan satu dari sekian pelanggaran yang paling dilakukan di wilayah perairan Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan oleh kapal asing yang tidak mengantongi izin dalam kegiatan menangkap ikan jumlah besar. Jelas saja ini merugikan negara yang bersangkutan, pondasi hukum untuk kegiatan illegal satu ini sebenarnya sudah ada, salah satunya adalah pasal 69 ayat (4) dalam UU No. 45 tahun 2009 tentang perikanan. UU ini memiliki serangkaian payung hukum terkait penegakkan hukum terhadap tindakan illegal fishing. Salah satunya adalah dengan penenggelaman kapal yang terbukti melakukan penangkapan ikan tanpa izin
Tindakan ini sudah sering dilakukan oleh para mentri kelautan Indonesia, tindakan ini juga efektif untuk memberi efek jera pada pelaku illegal fishing yang masih berani memasuki wilayah teritori Indonesia.

Perlindungan Global Konservasi Spesies Biota Laut

Perlindungan Global Konservasi Spesies Biota Laut

Perlindungan Global Konservasi Spesies Biota Laut – Saat ini dunia tengah mengalami krisis yang berkepanjangan, bencana seakan tak ada henti- hentinya menimpa, perubahan iklim sudah tidak dapat di prediksi. Manusia bisa dibilang menjadi faktor utama penyebab terjadinya banyak kerusakan alam tersebut. Pembanguan yang semakin maju dengan gedung- gedung bertingkat, pembangunan kawasan pemukiman warga, serta pembangunan lainnya membuat banyak limbah yang berdampak pada keberlangsungan hidup bita laut. Selain itu kehidupan masyarakat pesisir pantai juga mengakibatkan kerusakan pada dunia bawah laut. Dengan alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak dan area pemukiman masyarakat pesisir yang cenderung kumuh dan tidak tertata dengan baik.

Itulah sebabnya pemerintah membuat beberapa keputuasan terkait dengan perlindungan terhadap spesies biota laut yang terancam punah. Meski demikian, ancaman kerusakan ekosistem laut juga makin serius. Melihat dampak yang akan ditimbulkan membuat Indonesia dan negara- negara yang berkepentingan melakukan pertemuan terkait dengan perlindungan kelautan dunia. Dukungan dunia internasional dibuktikan dengan hadirnya 121 negara di Indonesia. Pertemuan tersebt menghasilakan dukungan terkait untuk meningkatkan pengelolaan laut yang berkelanjutan melalui penetapan kawasan konservasi laut agar terus berkembang dengan baik. Beberapa peraturan terkait dengan konservasi kelautan yang harus kita ketahui diantaranya adalah
• Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007
• Peraturan Pemerintah Nomor 60/ 2007 tentang konservasi sumber daya perikanan
• Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.17 / MEN / 2008 yang mengatur kawasan konservasi daerah.

Adanya kawasan konservasi tentu berdampak positif pada keberlangsungan spesies flora dan fauna yang ada di dalamnya. Itu semua bertujuan untuk menjaga keseimbangan kehidupan yang ada di muka bumi ini. Adanya dukungan dari negara lain menegaskan bahwa negara lain juga turut mendukung dan melakukan langkah bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu pemerintah dan pihak terkait menjaga kawasan konservasi laut dan wilayah konservasi lainnya. Indonesia sendiri adalah negara yang memiliki wilayah kelautan yang luas, itu sebabnya Indonesia mendapat julukan negara maritim.

Seperti yang kita ketahui di dalam laut terdapat terumbu karang beserta ikan- ikan yang hidup dan berkembang biak. Ikan adalah sumber protein bagi manusia, selain keindahan dari terumbu karang dan pemandangan bawah air lainnya, laut juga memegang peranan penting dalam melakukan pengaturan suhu, laut mampu membawa udara panas dari khatulistiwa menuju kutup begitupun sebaliknya. Cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian laut dan daerah konservasinya misalkan dengan tidak membuang limbah pabrik atau limbah rumah tangga ke laut. Pembangunan sering dijadikan alasan untuk mengalih fungsikan menjadi sebuah bangunan beton ataupun pemukiman warga. Sayangnya pembangunan yang tumbuh pesat tidak dibarengi dengan sistem pembuangan yang tepat. Cara lain adalah tidak memakai pukat harimau atau bom dalam menjaring ikan. Menangkap ikan dengan cara yang benar akan melestarikan dan menjaga populasi ikan tetap seimbang dan tidak merusak terumbu karang. Tidak membuang sampah plastik ke pantai. Pantai adalah daerah paling dekat dengan laut, jika sampah plastik sampai terbawa ke laut maka akan menjadi makanan hewan laut. Selain menyebabkan kematian dan mengamcam kelestariannya, plastik juga akan mencemari lingkungan ekosistem laut. Lingkungan ekosistem laut yang seimbang tentu juga akan membawa dampak baik bagi manusia. Hidup berdampingan dengan alam akan terasa damai dan aman jika kita sebagai makhluk hidup di rantai makanan teratas bertindak sewajarnya.

Mengenal Perlindungan CITES Bagi Satwa dan Tumbuhan Liar

Mengenal Perlindungan CITES Bagi Satwa dan Tumbuhan Liar

Mengenal Perlindungan CITES Bagi Satwa dan Tumbuhan Liar – Di tengah maraknya kasus kerusakan alam maupun bencana alam yang datang silih berganti, atau tak henti- hentinya kasus perburuan dan perdagangan satwa liar. Menanggapi masalah tersebut pemerintah Indonesia sendiri sudah melakukan berbagai upaya terkait dengan perlindungan hukum yang kuat. Salah satunya dalah CITES. Convention on international trades on endangered species (CITES) of wild flora and fauna adalah perjanjian internasional antar negara, CITES adalah satu- satunya perjanjian globa yang fokus pada upaya untuk memberikan perlindungan pada spesies tumbuhan dan hewan- hewan liar yang menyebabkan spesies tersebut terancam punah. Sampai pada tahun 2006 setidaknya sudah ada 170 negara yang mengikuti perjanjian ini secara sukarela. Pejanjian ini memang sangat terstruktur dan memiliki pondasi hukum yang kuat untuk membuat pondasi hukum bagi satwa dan flora liar. Setidaknya sudah ada 33.000 spesies tumbuhan dan 800 jenis hewan yang dilindungi dalam payung perjanjian CITES.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa pihak yang bekerja sama menerapkan perjanjian CITES, diantaranya adalah Agen Slot dan Balai Kesatuan Pengelola Hutan. Selain menjalankan berbagai kesepakaatan dalam perjanjian CITES mereka juga melakukan beberapa langkah positif seperti reboisasi, dan pemanfaatan hutan secara bijak. Selain itu ada pula Balai Perbenihan Kehutanan, Balai Taman Hutan Raya Bunder, dan masih banyak lagi. Lembaga- lembaga terkait inilah yang setia menjalankan kesepakatan perjanjian CITES untuk keberlangsungan ekostistem flora dan fauna yang ada di Indonesia.

Indonesia sendiri sudah banyak mengalami kehilangan atau kepunahan atas flora dan fauna yang ada di wilayah hutan Indonesia. Antara lain adalah Harimau Bali, menurut sumber Harimau Bali terakhir ditembak pada tahun 1925, sampai kemudian spesies ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Kemudian Harimau Jawa, saat ini Harimau Jawa memang belum dinyatakan punah, namun keberadaannya sudah susah diverivikasi, Harimau ini sudah jarang terlihat bahkan di hutan- hutan yang ada di Jawa sekalipun. Dalam CITES terdapat 3 penggolongan kategori flaura dan fauna yang agar mendapat perlindungan.

Golongan pertama adalah flaura dan fauna yang dilindungi dan dilarang perburuan serta perdagangannya, diantaranya ada Gajah Sumatra, Badak Sumatra. Kemudian golongan ke dua adalah golongan flaura dan fauna yang belum dinyatakan punah, namun akan menuju kepunahan jika perburuan dan perdagangan di lakukan secara terus menerus. Misalka perburuan sirip Hiu, hewan ini termasuk dalam hewan yang dilindungi, perburuannya masih di perbolehkan selama masih dalam batas, begitupun dengan paus. Golongan ketiga adalah flaura dan fauna yang dilindungi beserta dengan ekosistem yang ada di sekitarnya. misalkan kawasan konservasi cagar alam, suaka marga satwa, kawasan hutan lindung, hutan tropis yang tersebar di beberapa titik Indonesia.

Menjaga keseluruhan wilayah ekosistem flora dan fauna yang ada di Indonesia bukanlah hal yang mudah, diperlukan kerja sama yang nyata dan komitmen yang kuat demi keberlangsungan hidup negara Indonesia. Selama ini seperti yang kita tau pembangunan terus dijalankan, namun sayangnya pembangunan yang merata ini semakin banyak yang mengambil alih fungsi hutan dan wilayah penting lainnya. Itu sebabnya bencana alam seperti longsor, banjir, kebakaran hutan semakin tak terkendali. Dengan memperbanyak kawasan konservasi yang ada di Indonesia mudah-mudahan semakin memperbaiki kerusakan yang sudah di lakukan umat manusia. Semoga setelah adanya perlindungan hukum ini masyarakat semakin berfikir ulang untuk melakukan perbuatan illegal yang mengancam keberlangsungan flora dan fauna serta ekosistem yang ada di Indonesia.

Menerapkan Hukum Perlindungan Kawasan Laut Untuk Keamanan Konservasi

Menerapkan Hukum Perlindungan Kawasan Laut Untuk Keamanan Konservasi

Menerapkan Hukum Perlindungan Kawasan Laut Untuk Keamanan Konservasi – Terdapat dua ekosistem besar dalam tatanan hidup kita yaitu ekosistem dan darat dan ekosistem laut. Indonesia sendiri merupakan negara maritim dimana separuh dari wilayahnya berupa perairan, baik itu danau, sungai, pantai, maupun laut. Menurut pasal 6 dan 7 ayat (3) UU kelautan terdiri atas wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi serta laut lepas dan kawasan dasar laut internasional. Dengan wilayah perairan yang begitu luas begitupun dengan wilayah lautnya, pemerintah Indonesia harus membuat pondasi perlindungan yang membatasi negara lain menginterupsi wilayah kelautan Indonesia.

Seperti halnya kasus yang terjadi di perairan Natuna, dimana China masuk ke dalam wilayah tersebut dan mengklaim Natuna sebagai miliknya. Tentu saja hal tersebut menuai protes dari masyarakat Indonesia, karena berdasarkan konvensi perserikatan bangsa- bangsa tentang hukum laut pada tahun 1982 laut Natuna masuk dalam wilayah laut Indonesia. Oleh karena itu untuk menghindari hal- hal yang serupa sebuah negara besar dan berkedaulatan seperti Indonesia harus mempunyai dasar perlindungan hukum yang kuat. UU 32 tahun 2014 adalah salah satu pondasi hukum kelautan yang dimiliki Indonesia. UU ini menggantikan dan mencabut UU 6 tahun 1996 tentang perairan Indonesia. Undang- undang 32 tahun 2014 tentang kelautan disahka oleh presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada tangga 17 Oktober 2014.

Masyarakat awam mungkin belum terlalu mengenali peraturan tentang kelautan yang ada di Republik Indonesia. Terlihat dari masih maraknya pembangunan pemukiman masyarakat di pesisir pantai yang. Lahan bakau dan mangrove menjadi semakin masyaraat juga belum terlibat secara aktif menjaga daerah konservasi kelautan yang ada di sekitarnya. konservasi laut merupakan suatu upaya pencegahan kerusakan dan perbaikan keanekaragaman hayati dan biota laut. Di Indonesia sendiri sudah ada banyak titik konservasi yang dikelola pemerintah. Kerusakan alam yang parah menyebabkan pemerintah ahrus terus berbenah dan bergerak cepat untuk menangani kerusakan alam tersebut. Kawasan yang menjadi konservasi laut dibentuk ke dalam taman laut nasioanl, taman wisata alam laut, suaka margasatwa, dan cagar alam laut. Hal ini dilakukan supaya konservasi bisa menyeluruh bukan hanya pada flora dan fauna saja, tetapi juga habitat dan ekosistem lautnya.

Namun tentu saja pemerintah tidak bisa serta merta menjalankan perlindungan konservasinya sendirian, masyarakat setempat juga harus turut membantu agar tujuan bisa dijalankan dengan maksimal. Sudah banyak sekali pondasi perlindungan hukum yang dibentuk pemerintah untuk melindungi kawasan kelautan negara Indonesia. Diantaranya adalah Konvensi Janewa tahun 1958. Pada tahun 1958 Indonesia berhasil mengirim tiga delegasi nya untuk mengikuti perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) mengenai hukum laut di Swiss. Dalam konvensi tersebut telah mencapai tiga kesepakatan diantaranya adalah illegal fishing yang meliputi : setiap negara pantai ( coastal state) mempunyai hak untuk menangkap ikan di wilayah perairan nasionalnya. Kecuali jika ingin bekerja sama dalam upaya melestarikan ekosistem kelautan dan menjaga kawasa konservasi.

Dalan konvensi Janewa tersebut juga di capai kesepakatan bahwa setiap negara pantai harus melaksanakan program konservasi dengan mengutamakan ketahanan pangan dan penyediaan ikan untuk konsumsi masyarakat sekitar maupun masyarakat global. Sampai saat ini kesepakatan dalam Konvensi Janewa masih tetap dijalankan oleh negara- negara yang mengirimkan delegasinya. Sampai saat ini jika ada negara yang melanggar keputusan tersebut maka negara tersebut bisa berhadapan dengan persidangan langsung pada tingkat internasional.

Karakteristik yang Dimiliki oleh Burung Condor Andes

Karakteristik yang Dimiliki oleh Burung Condor Andes

Karakteristik yang Dimiliki oleh Burung Condor Andes – Pernahkan Anda mendengar mengenai burung Rajawali atau burung Elang? Jika Anda memperhatikan kedua burung tersebut, hal pertama yang terlintas di benak Anda adalah burung pemakan daging bukan? Burung pemakan biji-bijian dan serangga berukuran kecil merupakan jenis burung yang biasa untuk ditemukan. Untuk burung pemakan daging sendiri, Anda memerlukan kesempatan lebih untuk menemukan jenis burung ini. Berbicara mengenai burung karnivora atau pemakan daging, Condor Andes menjadi jenis burung lainnya yang menarik untuk disimak. Burung liar yang dapat ditemukan di Andes Ekuador ini dikenal sebagai burung pemakan bangkai hewan. Tidak hanya memiliki bentuk tubuh yang besar, burung yang hidup di kawasan Amerika ini juga memiliki sayap yang berukuran lebar. Selama perkembangannya, burung liar ini mampu memiliki berat hingga 15 kg. Ukuran sayap mereka yang mencapai 3 m mampu memberikan bantuan kepada burung untuk terbang tinggi.

Tidak hanya dikenal sebagai burung pemakan bangkai, Condor Andes dikenal pula sebagai burung pemangsa. Tak mengherankan jika burung liar ini memiliki paruh yang tajam. Paruh tajam yang dimilikinya bermanfaat untuk mencincang bangkai hewan. Dalam proses memangsa hewan, burung asli Andes ini merupakan hewan yang gemar memangsa satwa berukuran besar. Pada saat burung ini memangsa bangkai hewan, mereka memiliki peran ganda sebagai petugas kebersihan. Jika berada di sepanjang pantai, burung akan memangsa hewan laut yang telah mati. Bangkai ikan dan anjing laut menjadi contoh jenis bangkai yang disantap oleh burung asli Andes. Meskipun memiliki paruh yang tajam, cakar burung justru tidak setajam paruh yang mereka miliki. Cakar burung digunakan untuk memangsa anak burung dan mencuri telur burung dari sarang burung lain. Cakar tersebut juga dimanfaatkan untuk menahan bangkai yang akan mereka cabik dengan paruhnya.

Untuk lama waktu hidupnya sendiri, burung pemakan bangkai ini mampu hidup hingga berusia 75 tahun. Meskipun demikian, tingkat reproduksi burung berjalan dengan sangat lambat. Dalam satu tahun, burung hanya mampu menghasilkan 1 ekor anak saja. Kedua induk harus melakukan perawatan satu tahun penuh untuk anak yang ditetaskannya. Hal tersebut bertujuan agar anak dapat terjaga dari predator lainnya. Perkembangbiakan burung yang lambat membuat burung terancam kepunahan, menurut salah satu pengamat yang berasal dari salah satu anggota Sbobet Indonesia. Hingga saat ini, hanya ada beberapa ribu burung Condor Andes yang dapat Anda temukan. Burung Condor Andes liar dapat Anda temukan di sekitar pegunungan Andes. Meskipun demikian, Anda dapat pula menemukan jenis burung ini di padang pasir dan wilayah pantai yang berangin. Semua jenis burung tersebut mengkonsumsi bangkai atau daging sebagai makanan utamanya.

Condor Andes yang gemar mengkonsumsi bangkai hewan ini lebih suka mengkonsumsi bangkai berukuran besar. Pada saat mereka mengkonsumsinya, burung terlihat sedang merayakan pesta besar-besaran. Ketika mencari makanan, burung ini akan melakukan penerbangan dan memanfaatkan mata tajamnya guna menemukan bangkai dari lokasi yang jauh. Burung mampu terbang selama berjam-jam hanya untuk menemukan bangkai yang akan mereka santap. Selesai mencari, burung akan menukik dengan tajam dan menghampiri bangkai hewan yang mereka temukan. Pada akhirnya, burung akan mengkonsumsi hasil pencariannya yang telah dilakukan dalam waktu berjam-jam. Serupa dengan burung pemakan daging atau bangkai lainnya, Condor Andes melakukan santapan bersama dengan sesamanya. Burung terbesar yang ada di kawasan Amerika Selatan ini tak segan untuk berbagi dan menyantap bangkai bersama dengan burung pemakan bangkai lainnya.

Mengenal Burung Liar Asli yang Ada di Andes Ekuador

Mengenal Burung Liar Asli yang Ada di Andes Ekuador

Dari sekian jenis burung yang ada di dunia, burung pemakan bangkai memiliki jumlah yang tidak terlalu banyak jika kita bandingkan dengan burung pemakan biji-bijian. Burung pemakan bangkai merupakan jenis burung liar yang hidup di alam dan memiliki wajah yang cukup menyeramkan. Di Ekuador sendiri, Condor Andes merupakan salah satu burung liar yang menjadikan bangkai sebagai kudapannya. Burung tersebut dapat ditemukan di benua Amerika dan di sepanjang pegunungan Andes. Sama halnya dengan hewan pemakan bangkai lainnya, burung asli Akuador ini memiliki penampilan yang gahar dan menyeramkan. Burung yang didominasi dengan bulu berwarna hitam ini memiliki paruh yang tajam. Paruh tajam yang dimiliki burung berguna untuk mengoyak bangkai yang akan disantapnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Meskipun memiliki paruh yang tajam, cakar burung justru tidak memiliki ketajaman yang serupa. Cakar yang dimiliki oleh burung ini kerap kali digunakan untuk mencuri telur atau memangsa anak burung yang berukuran lebih kecil.

Burung liar asli yang hidup di Ekuador ini dikenal sebagai burung yang gemar berpesta. Burung tak segan untuk menyantap hewan berukuran besar dan hewan ternak lainnya. Karena merupakan jenis hewan pemakan bangkai, burung ini berperan sebagai seorang petugas kebersihan alam. Jika burung ini menemukan bangkai di sekitarnya, burung tak segan untuk menghabiskan dan menghilangkan bangkai tersebut. Bagi Condor Andes yang hidup di sekitar pantai, burung akan mengkonsumsi bangkai ikan dan bangkai anjing laut. Untuk masa hidup burung pemangsa bangkai ini, masa hidup burung terbilang cukup lama. Untuk burung yang tinggal di penangkaran, burung dapat hidup hingga 75 tahun lamanya. Meskipun demikian, perkembangbiakan burung ini sangatlah sulit. Sepasang burung hanya mampu menghasilkan 1 anak burung saja. Dalam satu tahun, kedua burung harus merawat anaknya dengan baik agar dapat bertahan hidup.

Sesuai dengan namanya, burung Condor Andes hidup di sepanjang pegunungan Andes. Pegunungan yang berada di Amerika ini menjadi habitat asli dari Condor Andes. Meskipun demikian, kita dapat pula menemukan burung di dataran tinggi lainnya. Kita bahkan dapat menemukan burung pemakan bangkai ini di daerah pantai dengan keberadaan angin yang kencang. Selain itu, padang pasir menjadi tempat lainnya yang menjadi tempat hidup bagi burung asli Ekuador ini. Keberadaan burung liar yang ada di Andes Ekuador terancam punah. Hal tersebut dapat terjadi akibat sulitnya proses perkembangbiakan dan masa perawaran burung untuk anaknya. Penangkaran menjadi jalan paling efektif yang dapat menjaga jumlah populasi burung berukuran besar ini. Progranm reintroduksi menjadi cara lainnya yang dapat digunakan untuk menambah jumlah populasi burung.

Sebagai salah satu hewan karnivora, Condor Andes menjadikan bangkai sebagai makanan utamanya. Ketika burung ini mencari makanan, burung akan melakukan penerbangan dalam waktu yang cukup lama. Demi mendapatkan makanannya, burung tak segan melakukan penerbangan hingga berjam-jam. Jika bangkai telah ditemukan, burung akan menukik dengan tajam menghampiri santapannya. Dengan paruhnya yang tajam, bangkai yang ditemukan akan mereka koyak menjadi ukuran yang jauh lebih kecil sebelum disantapnya. Burung yang memakan bangkai ini tak pelit dengan sesamanya. Burung tak sungkan untuk berbagi makanan dengan burung Condor Andes lainnya yang mendekat. Seperti penjelasan sebelumnya, burung ini gemar melakukan pesta ketika menyantap makanannya. Tak mengherankan jika proses menyantap santapannya dilakukan dalam partai besar.

Burung Liar yang Menghuni Pegunungan Andes

Burung Liar yang Menghuni Pegunungan Andes – Amerika merupakan salah satu benua yang dikelilingi oleh beberapa pegunungan. Pegunungan Andes sendiri menjadi jenis pegunungan di Amerika yang mengitari negara Venezuela, Argentina dan Chile. Pegunungan dengan ketinggian 6.900 m di atas permukaan laut ini menjadi habitat utama beberapa jenis burung liar yang unik dan menarik. Jumlah burung liar yang ada di pegunungan ini tak kalah jumlah dengan spesies burung yang berada di dataran Amazon. Andean Rhea merupakan salah satu nama burung liar yang hidup di pegunungan Andes Akuador. Burung yang penampilannya mirip dengan burung Unta ini memiliki bentuk tubuh yang besar. Untuk berat badannya sendiri, burung mampu tumbuh hingga berat 26 kg dan tinggi hingga 100 m. Dikenal sebagai hewan herbivora, Andean Rhea juga gemar mamakan serangga dan hewan kecil lainnya.

Andean Flamingo menjadi nama burung liar lain yang dapat ditemukan di kawasan pegunungan Andes. Berbeda dengan jenis burung flamingo lainnya, burung ini memiliki ukuran leher yang jauh lebih pendek. Untuk warna tubuhnya sendiri, warna bulu didominasi dengan warna merah muda yang pucat dan putih. Ikan, tumbuhan alga dan tanaman air menjadi makanan utama yang akan disantap oleh burung flamingo ini. Chile, Peru bagian selatan dan Argentina utara menjadi wilayah penyebaran burung Andea Flamingo. Burung liar lainnya yang hidup dapat ditemukan di Andes adalah Andean Flicker. Burung yang dapat berkembang hinga ukuran 32 cm ini merupakan jenis burung woodpecker yang terbesar. Tidak hanya menjadi jenis burung woodpecker yang paling besar, burung ini juga dapat kita temukan di Bolivia timur, Argentina utara dan Peru. Burung dengan paruh kecil memanjang ini dapat hidup di wilayah dengan ketinggian 2.000 m hingga 5.000 m diatas permukaan laut.

Penghuni pegunungan Andes Ekuador lainnya adalah Giant Gummingbird. Burung yang gemar mengkonsumsi nektar bunga ini merupakan jenis burung hummingbird paling besar yang ada di dunia. Bolivia, Peru, Ekuador, Argentina dan Chile menjadi wilayah penyebaran burung liar ini. Burung Andean Gull menambah nama burung liar lainnya yang hidup di Andes. Burung jenis camar ini gemar tinggal di wilayah perairan. Untuk burung yang hidup di dataran tinggi, burung tinggal di dataran dengan ketinggian hingga 3.000 m. Butung dengan kepala berwarna hitam ini memiliki ukuran tubuh antara 45 cm hingga 48 cm. Untuk makanannya sendiri, Andean Gull menjadikan serangga dan cacing sebagai santapan utamanya.

Burung liar berukuran besar yang dikenal dengan nama Andean Condor menjadi nama burung asli yang tinggal di daerah Andes. Burung yang bulunya didominasi dengan warna hitam ini merupakan burung pemakan bangkai hewan. Karena jenis makanan yang disantapnya, burung ini memiliki paruh yang amat tajam. Paruh tersebut digunakan untuk mencabik daging hewan yang telah mati. Meskipun dikenal memiliki paruh tajam, cakar burung ini justru tidak memiliki ketajaman yang serupa. Karena itulah, cakar burung hanya mereka gunakan untuk mencuri anak burung atau telur dari sarang burung lainnya. Burung liar yang dapat hidup hingga umur 75 tahun ini memiliki proses perkembangbiakan yang cukup sulit. Untuk satu kali pembiakan, burung hanya mampu menetaskan 1 anak burung saja. Satu tahun berikutnya, induk burung akan melakukan perawatan kepada anak burung tersebut. Karena sulitnya melakukan perkembangbiakan, Andean Condor tergolong hewan yang hampir punah.