Mengenal Burung Liar Asli yang Ada di Andes Ekuador

Mengenal Burung Liar Asli yang Ada di Andes Ekuador

Dari sekian jenis burung yang ada di dunia, burung pemakan bangkai memiliki jumlah yang tidak terlalu banyak jika kita bandingkan dengan burung pemakan biji-bijian. Burung pemakan bangkai merupakan jenis burung liar yang hidup di alam dan memiliki wajah yang cukup menyeramkan. Di Ekuador sendiri, Condor Andes merupakan salah satu burung liar yang menjadikan bangkai sebagai kudapannya. Burung tersebut dapat ditemukan di benua Amerika dan di sepanjang pegunungan Andes. Sama halnya dengan hewan pemakan bangkai lainnya, burung asli Akuador ini memiliki penampilan yang gahar dan menyeramkan. Burung yang didominasi dengan bulu berwarna hitam ini memiliki paruh yang tajam. Paruh tajam yang dimiliki burung berguna untuk mengoyak bangkai yang akan disantapnya menjadi ukuran yang lebih kecil. Meskipun memiliki paruh yang tajam, cakar burung justru tidak memiliki ketajaman yang serupa. Cakar yang dimiliki oleh burung ini kerap kali digunakan untuk mencuri telur atau memangsa anak burung yang berukuran lebih kecil.

Burung liar asli yang hidup di Ekuador ini dikenal sebagai burung yang gemar berpesta. Burung tak segan untuk menyantap hewan berukuran besar dan hewan ternak lainnya. Karena merupakan jenis hewan pemakan bangkai, burung ini berperan sebagai seorang petugas kebersihan alam. Jika burung ini menemukan bangkai di sekitarnya, burung tak segan untuk menghabiskan dan menghilangkan bangkai tersebut. Bagi Condor Andes yang hidup di sekitar pantai, burung akan mengkonsumsi bangkai ikan dan bangkai anjing laut. Untuk masa hidup burung pemangsa bangkai ini, masa hidup burung terbilang cukup lama. Untuk burung yang tinggal di penangkaran, burung dapat hidup hingga 75 tahun lamanya. Meskipun demikian, perkembangbiakan burung ini sangatlah sulit. Sepasang burung hanya mampu menghasilkan 1 anak burung saja. Dalam satu tahun, kedua burung harus merawat anaknya dengan baik agar dapat bertahan hidup.

Sesuai dengan namanya, burung Condor Andes hidup di sepanjang pegunungan Andes. Pegunungan yang berada di Amerika ini menjadi habitat asli dari Condor Andes. Meskipun demikian, kita dapat pula menemukan burung di dataran tinggi lainnya. Kita bahkan dapat menemukan burung pemakan bangkai ini di daerah pantai dengan keberadaan angin yang kencang. Selain itu, padang pasir menjadi tempat lainnya yang menjadi tempat hidup bagi burung asli Ekuador ini. Keberadaan burung liar yang ada di Andes Ekuador terancam punah. Hal tersebut dapat terjadi akibat sulitnya proses perkembangbiakan dan masa perawaran burung untuk anaknya. Penangkaran menjadi jalan paling efektif yang dapat menjaga jumlah populasi burung berukuran besar ini. Progranm reintroduksi menjadi cara lainnya yang dapat digunakan untuk menambah jumlah populasi burung.

Sebagai salah satu hewan karnivora, Condor Andes menjadikan bangkai sebagai makanan utamanya. Ketika burung ini mencari makanan, burung akan melakukan penerbangan dalam waktu yang cukup lama. Demi mendapatkan makanannya, burung tak segan melakukan penerbangan hingga berjam-jam. Jika bangkai telah ditemukan, burung akan menukik dengan tajam menghampiri santapannya. Dengan paruhnya yang tajam, bangkai yang ditemukan akan mereka koyak menjadi ukuran yang jauh lebih kecil sebelum disantapnya. Burung yang memakan bangkai ini tak pelit dengan sesamanya. Burung tak sungkan untuk berbagi makanan dengan burung Condor Andes lainnya yang mendekat. Seperti penjelasan sebelumnya, burung ini gemar melakukan pesta ketika menyantap makanannya. Tak mengherankan jika proses menyantap santapannya dilakukan dalam partai besar.

Burung Liar yang Menghuni Pegunungan Andes

Burung Liar yang Menghuni Pegunungan Andes – Amerika merupakan salah satu benua yang dikelilingi oleh beberapa pegunungan. Pegunungan Andes sendiri menjadi jenis pegunungan di Amerika yang mengitari negara Venezuela, Argentina dan Chile. Pegunungan dengan ketinggian 6.900 m di atas permukaan laut ini menjadi habitat utama beberapa jenis burung liar yang unik dan menarik. Jumlah burung liar yang ada di pegunungan ini tak kalah jumlah dengan spesies burung yang berada di dataran Amazon. Andean Rhea merupakan salah satu nama burung liar yang hidup di pegunungan Andes Akuador. Burung yang penampilannya mirip dengan burung Unta ini memiliki bentuk tubuh yang besar. Untuk berat badannya sendiri, burung mampu tumbuh hingga berat 26 kg dan tinggi hingga 100 m. Dikenal sebagai hewan herbivora, Andean Rhea juga gemar mamakan serangga dan hewan kecil lainnya.

Andean Flamingo menjadi nama burung liar lain yang dapat ditemukan di kawasan pegunungan Andes. Berbeda dengan jenis burung flamingo lainnya, burung ini memiliki ukuran leher yang jauh lebih pendek. Untuk warna tubuhnya sendiri, warna bulu didominasi dengan warna merah muda yang pucat dan putih. Ikan, tumbuhan alga dan tanaman air menjadi makanan utama yang akan disantap oleh burung flamingo ini. Chile, Peru bagian selatan dan Argentina utara menjadi wilayah penyebaran burung Andea Flamingo. Burung liar lainnya yang hidup dapat ditemukan di Andes adalah Andean Flicker. Burung yang dapat berkembang hinga ukuran 32 cm ini merupakan jenis burung woodpecker yang terbesar. Tidak hanya menjadi jenis burung woodpecker yang paling besar, burung ini juga dapat kita temukan di Bolivia timur, Argentina utara dan Peru. Burung dengan paruh kecil memanjang ini dapat hidup di wilayah dengan ketinggian 2.000 m hingga 5.000 m diatas permukaan laut.

Penghuni pegunungan Andes Ekuador lainnya adalah Giant Gummingbird. Burung yang gemar mengkonsumsi nektar bunga ini merupakan jenis burung hummingbird paling besar yang ada di dunia. Bolivia, Peru, Ekuador, Argentina dan Chile menjadi wilayah penyebaran burung liar ini. Burung Andean Gull menambah nama burung liar lainnya yang hidup di Andes. Burung jenis camar ini gemar tinggal di wilayah perairan. Untuk burung yang hidup di dataran tinggi, burung tinggal di dataran dengan ketinggian hingga 3.000 m. Butung dengan kepala berwarna hitam ini memiliki ukuran tubuh antara 45 cm hingga 48 cm. Untuk makanannya sendiri, Andean Gull menjadikan serangga dan cacing sebagai santapan utamanya.

Burung liar berukuran besar yang dikenal dengan nama Andean Condor menjadi nama burung asli yang tinggal di daerah Andes. Burung yang bulunya didominasi dengan warna hitam ini merupakan burung pemakan bangkai hewan. Karena jenis makanan yang disantapnya, burung ini memiliki paruh yang amat tajam. Paruh tersebut digunakan untuk mencabik daging hewan yang telah mati. Meskipun dikenal memiliki paruh tajam, cakar burung ini justru tidak memiliki ketajaman yang serupa. Karena itulah, cakar burung hanya mereka gunakan untuk mencuri anak burung atau telur dari sarang burung lainnya. Burung liar yang dapat hidup hingga umur 75 tahun ini memiliki proses perkembangbiakan yang cukup sulit. Untuk satu kali pembiakan, burung hanya mampu menetaskan 1 anak burung saja. Satu tahun berikutnya, induk burung akan melakukan perawatan kepada anak burung tersebut. Karena sulitnya melakukan perkembangbiakan, Andean Condor tergolong hewan yang hampir punah.