Karakteristik yang Dimiliki oleh Burung Condor Andes

Posted on

Karakteristik yang Dimiliki oleh Burung Condor Andes – Pernahkan Anda mendengar mengenai burung Rajawali atau burung Elang? Jika Anda memperhatikan kedua burung tersebut, hal pertama yang terlintas di benak Anda adalah burung pemakan daging bukan? Burung pemakan biji-bijian dan serangga berukuran kecil merupakan jenis burung yang biasa untuk ditemukan. Untuk burung pemakan daging sendiri, Anda memerlukan kesempatan lebih untuk menemukan jenis burung ini. Berbicara mengenai burung karnivora atau pemakan daging, Condor Andes menjadi jenis burung lainnya yang menarik untuk disimak. Burung liar yang dapat ditemukan di Andes Ekuador ini dikenal sebagai burung pemakan bangkai hewan. Tidak hanya memiliki bentuk tubuh yang besar, burung yang hidup di kawasan Amerika ini juga memiliki sayap yang berukuran lebar. Selama perkembangannya, burung liar ini mampu memiliki berat hingga 15 kg. Ukuran sayap mereka yang mencapai 3 m mampu memberikan bantuan kepada burung untuk terbang tinggi.

Tidak hanya dikenal sebagai burung pemakan bangkai, Condor Andes dikenal pula sebagai burung pemangsa. Tak mengherankan jika burung liar ini memiliki paruh yang tajam. Paruh tajam yang dimilikinya bermanfaat untuk mencincang bangkai hewan. Dalam proses memangsa hewan, burung asli Andes ini merupakan hewan yang gemar memangsa satwa berukuran besar. Pada saat burung ini memangsa bangkai hewan, mereka memiliki peran ganda sebagai petugas kebersihan. Jika berada di sepanjang pantai, burung akan memangsa hewan laut yang telah mati. Bangkai ikan dan anjing laut menjadi contoh jenis bangkai yang disantap oleh burung asli Andes. Meskipun memiliki paruh yang tajam, cakar burung justru tidak setajam paruh yang mereka miliki. Cakar burung digunakan untuk memangsa anak burung dan mencuri telur burung dari sarang burung lain. Cakar tersebut juga dimanfaatkan untuk menahan bangkai yang akan mereka cabik dengan paruhnya.

Untuk lama waktu hidupnya sendiri, burung pemakan bangkai ini mampu hidup hingga berusia 75 tahun. Meskipun demikian, tingkat reproduksi burung berjalan dengan sangat lambat. Dalam satu tahun, burung hanya mampu menghasilkan 1 ekor anak saja. Kedua induk harus melakukan perawatan satu tahun penuh untuk anak yang ditetaskannya. Hal tersebut bertujuan agar anak dapat terjaga dari predator lainnya. Perkembangbiakan burung yang lambat membuat burung terancam kepunahan, menurut salah satu pengamat yang berasal dari salah satu anggota Sbobet Indonesia. Hingga saat ini, hanya ada beberapa ribu burung Condor Andes yang dapat Anda temukan. Burung Condor Andes liar dapat Anda temukan di sekitar pegunungan Andes. Meskipun demikian, Anda dapat pula menemukan jenis burung ini di padang pasir dan wilayah pantai yang berangin. Semua jenis burung tersebut mengkonsumsi bangkai atau daging sebagai makanan utamanya.

Condor Andes yang gemar mengkonsumsi bangkai hewan ini lebih suka mengkonsumsi bangkai berukuran besar. Pada saat mereka mengkonsumsinya, burung terlihat sedang merayakan pesta besar-besaran. Ketika mencari makanan, burung ini akan melakukan penerbangan dan memanfaatkan mata tajamnya guna menemukan bangkai dari lokasi yang jauh. Burung mampu terbang selama berjam-jam hanya untuk menemukan bangkai yang akan mereka santap. Selesai mencari, burung akan menukik dengan tajam dan menghampiri bangkai hewan yang mereka temukan. Pada akhirnya, burung akan mengkonsumsi hasil pencariannya yang telah dilakukan dalam waktu berjam-jam. Serupa dengan burung pemakan daging atau bangkai lainnya, Condor Andes melakukan santapan bersama dengan sesamanya. Burung terbesar yang ada di kawasan Amerika Selatan ini tak segan untuk berbagi dan menyantap bangkai bersama dengan burung pemakan bangkai lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *